Memulai dari mana saya harus cerita tentang hati saya saat ini. Saya begitu rapuh dan merasa tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun. Saya tidak mengerti apa itu cinta dan ketulusan? Saat saya setia dan tulus murni menyayangi seorang yg saya anggap akan membawa saya ke arah lebih baik, justru dialah orang yg paling begitu menyiksa hati saya saat ini. Dia pernah berkata "jangan jahattin aku ya" kata-kata itu selalu dia ucapkan ketika dia setiap dia mau pergi tugas. Dan saya pun mengerti maksud dari itu, makanya saya selalu setia setiap dia pulang tugas dari luar kota. Dia yg selalu bilang "jangan gampang bilang putus ya, karna aku capek kenal lagi dan mulai dari awal lg aku mau sampe nikah sama kamu. Mau serius sama kamu" tapi itu semua ternyata kosong dan ga ada yang berarti. Semua hanya omong kosong yg ga pernah nyata.
Entah apa yang membuat dia berubah seperti orang yg tidak saya kenal lagi. Kadang saya selalu berfikir dan terus berfikir apa salah saya? Saya tidak berkhianat kemanapun kamu pergi diluar kota, saya tidak jalan dengan siapapun saat kamu dijauh sana. Saya melakukan peranannya saya sebagai perempuan yg slalu menunggu orang yg dicintainya kembali pulang. Saya selalu menunggu saat dimana kita bisa bertemu dan bercerita banyak tentang apa saja yg menjadi keseharian kamu. Sampai pada akhirnya saya tidak mengerti kenapa saya hanya bertanya sedikit saja itu dinilai dimata kamu saya tidak percaya dengan kamu. Kamu memutuskan saya hanya karna "kepercayaan" itu katamu?
Saya selalu berfikir dimana letak saya yg tidak percaya sama kamu? Menuduh kamu pun saya tidak bicara saat itu. Saya hanya bertanya tapi semua yg saya tanya itu membuat kamu begitu marah pada saya. Saya tidak mengerti saya yg bodoh atau saya yg di bodoh-bodohin sama kamu. Saya berjuang sendiri atas hati saya dan ketulusan saya buat kamu. Saya mati-matian terus ada buat kamu sampai akhirnya kamu yg meminta saya untuk jauhin kamu. Tidak ada terlintas sedikit aja saya untuk membuat kamu kecewa. Yg menurut kata hati kamu bilang saya telah membuat kamu kecewa dan sakit hati. Entah dimana saya membuat kamu kecewa dan sakit hati sedangkan saya saja tidak pernah berkhianat atau jalan dengan lelaki lain diluar sana. Ini hanya soal kepercayaan yg kamu selalu bahas? Dimana letak saya tidak percaya sama kamu kalo saya selalu berusaha bertahan dengan kamu tapi kamu bilang saya tidak percaya kamu? ☹ dia bilang dia tidak nyaman lagi dengan saya? Kalo dilanjutin pun ga baik kedepannya. Dia bilang dia hanya mengikuti kata hati dan saya ga tau kata hati atau ego dari dia yg dia ikuti.
Mita teman terdekat saya yg saya anggap seperti keluarga saya sendiripun, dia tau bagaimana saya merasa kehilangan yg saya rasakan saat ini. Selalu ada disamping saya ketika saya merasa terpuruk. Mita coba bertanya pada tantenya yg bisa membaca pikiran lewat foto. Tantenya bilang "dia berubah tiba-tiba karna ada orang lain yg lg dekat dengan dia" jujur saat mita menyampaikan itu pada saya. Hati saya sangat terasa semakin teriris. Kenapa saya? Kenapa saya lagi?
Apa mungkin saya disingkirkan karna ada orang lain? Apakah rasa sayang itu hanya sebatas karena NYAMAN saja setalah TIDAK NYAMAN lalu pergi dan meninggalkan karena menemukan yg baru? Apa itu yg dinamakan ketulusan dan cinta apa adanya?
Ketika saya menetapkan dimana hati saya percaya untuk 1 laki-laki disitu saya yakin bahwa orang itu tidak akan menyakiti saya, tapi semuanya berbalik. Justru orang yg paling saya anggap tidak akan menyakiti saya justru dialah yg begitu menyakiti hati saya. Saya percaya apa yg dikatakan tante nya mita itu mungkin benar adanya. Dan Tuhan memberi saya sebagian kecil jawaban jawaban di hati saya. Yg saya tidak habis fikir, apa rasa sayang dan cinta itu hanya sebatas NYAMAN? Yg ketika sudah tidak lagi merasakan nyaman lalu dibuang seperti benda mati? Ini soal hati yg kamu tidak rasakan apa yg saya rasakan. Mita bilang semua ada waktunya dan cuma Allah yg bisa sadarin apa yg dia lakukan, sampai dimana dia akan main-main dan nyia-nyiain saya. Karma itu ada dan akan selalu ada.
Cuma waktu yg akan ngejawab semuanya, Tuhan maha mengetahui apa yg saya tidak tau tentang apa yg sebenarnya saya tidak tau. Tuhan pasti memberi teguran untuk dia yang menyia-nyiakan saya. Saya yakin suatu saat nanti cepat atau lambat dia pasti merasakan apa yg saya rasakan saat ini ☹
Yang bisa saya lakukan saat ini hanya berdoa, bercerita pada mu Tuhan bagaimana hati saya sesungguhnya? Rasa sakit dan segala hal yg ada di dalam diri ini akan terganti suatu saat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar