Ini pemahaman gue, mungkin cuma gue yang ngerti. gimana hati dan
perasaan gue. orang bisa sering kali menutupi setiap kebohongan yang gue
tau tapi gue harus berpura-pura ga tau. Actually gue sadar sesadarnya
kenapa? setiap kali gue berusaha menutup mata gue berharap gue bisa
lepas dari bagian yg retak dihidup gue. wanita emang lemah, ya
begitulah.. saat ada seseorang yang mengisi harinya bisa orang itu tidak
jujur atau hanya sekedar ingin tau. bagaimana gue tau kuatnya seorang
nyokap, ya gue harus bisa lebih dari ia. setiap kali gue coba buka mata,
hati, dan pikiran gue seluas langit yg begitu banyak warna warni.
Dunia
yg gelap, malam hari yang penuh hujan. itu hanyalah bagian dari apa
yang dilewati. gue tau orang emang masing-masing punya masa lalu. tapi
apa harus sesimple itu hanya dengan berucap tidak mengakui sesuatu yg
ditutupi. apa harus terlontar pertanyaan dan timbul kebohongan lagi yang
jelas saya tau jawabannnya. sadar bahwa memang seseorang yg ada dihati
kita emang masih ada. tpi tidak ada dihidup kita. setiap kali itu yg gue
rasain.. Mungkin ada sebagian orang yg menetap di hati kita,tapi ada juga sebagian orang yg ga menetap dihidup kita.
Gue
akuin gue ga sesempurna mereka yang memiliki segalanya. bagian dimana
gue harus menjadi sosok yg penuh dengan berpura-pura dalam segala hal.
gue berjuang buat apa yg belum gue dapetin. tpi satu sisi gue selalu
merasa takut.. takut akan ada lagi orang yg hanya singgah dan ia tidak
menetap. hanya sementara bukan untuk menjadi pelabuhan. Kadang
gue takut untuk mengambil setiap keputusan, semua begitu banyak
pilihan. yang masing-masing setiap pilihan itu akan ada sebab dan
akibatnya. akan ada juga yg namanya buah yg begitu manis.
Ingin
sekali rasanya tiap menutup mata di malam hari, bisa ngerasain lepas
untuk selama-lamanya. tapi itu terlalu naif untuk di pikirkan.. gue
selalu mencoba hal baru, sedangkan orang-orang menikmati masa mereka.
gue coba mencari apa yg mereka buang. gue coba jadi orang yg reallistis
meski kenyaatannya menyakitkan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar